simplebooklet thumbnail

perkantas

of 0

Sejarah Pelayanan Perkantas

 

Pelayanan Perkantas dimulai ketika pada pertengahan tahun 1960-an, Tuhan memberikan visi kepada tiga mahasiswa Indonesia yang menempuh studi di Australia untuk membangun pelayanan mahasiswa di negara asal mereka. Mereka adalah Jonathan Parapak, Soen Siregar, dan Jimmy Kuswadi, yang mengenal Tuhan dan mengalami pembinaan sewaktu masih di Australia.

Ketika kembali ke Indonesia, mereka merealisasikan panggilan Tuhan itu, yakni membentuk kelompok-kelompok doa dan kelompok PA dalam rangka pembinaan/pemuridan kepada mahasiswa. Lalu pada tanggal 29 Juni 1971, pelayanan Perkantas secara resmi didaftarkan badan hukumnya dengan Soen Siregar sebagai Ketua dan Jimmy Kuswadi sebagai staf penuh waktu.

Kini, Perkantas tersebar di puluhan kota diseluruh Indonesia, terdiri dari 14 Badan Pengurus Cabang/BPC, 13 Badan Pengurus Perwakilan/BPP, 20 Badan Pengurus Ranting/BPR, dan 30 lebih kota perintisan, dilayani oleh lebih dari 200 staf penuh waktu yang dibantu oleh alumni yang terlibat aktif dalam pelayanan. Biarlah Tuhan terus berkarya di dalam dan melalui umat-Nya. Soli Deo Gloria!


Visi dan Misi

 

VISI
Mempersiapkan siswa dan mahasiswa menjadi alumni yang dewasa dan menjadi berkat dalam keluarga, gereja, bangsa dan negara serta dunia

MISI

• Penginjilan
Pemberitaan Injil melalui Pendekatan Pribadi, Kelompok Kecil, Kebaktian Kebangunan Rohani, dll. yang bertujuan agar siswa-mahasiswa mau mendengarkan dan mempelajari isi Alkitab, menyadari dirinya sebagai manusia yang berdosa, mau bertobat dan menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamatnya secara pribadi.

• Pembinaan/Pemuridan
Siswa-Mahasiswa yang telah bertobat dibina/dimuridkan melalui bimbingan di kelompok kecil, persekutuan mingguan, seminar, retreat, lokakarya, dll. yang bertujuan agar mereka bertumbuh di dalam iman, karakter, pengetahuan, nilai-nilai Kristiani, dan keterampilan; makin mengenal Tuhan dan Firman-Nya, bertumbuh dalam persekutuan dengan Tuhan dan sesama, hidup semakin serupa dengan Kristus

• Pelipatgandaan
Siswa-mahasiswa yang telah dibina diberikan kepercayaan dan tanggung jawab mengembangkan karunianya dalam membina siswa-mahasiswa lain melalui program pelipatgandaan, sehingga semakin banyak siswa dan mahasiswa yang mengenal Tuhan dan menjadi murid Kristus.

• Pengutusan
Siswa-mahasiswa kelak harus meninggalkan statusnya dan kembali ke tengah masyarakat. Di sinilah proses pengutusan terhadap siswa-mahasiswa yang sudah dibina. Tujuan pengutusan adalah menolong mereka mengetahui panggilan dan kehendak Allah bagi pekerjaan ataupun pelayanan mereka setelah lulus; serta membina mereka agar lebih siap menghadapi kondisi nyata di dalam kehidupannya sebagai anggota masyarakat, keluarga, bangsa dan negara.


Karakteristik Pelayanan

 

Karakteristik Pelayanan Perkantas

1. Pelayanan yang berdasarkan pada Firman dan Doa

2. Pelayanan yang mengutamakan pembentukan karakter dan nilai-nilai Kristiani

3. Penekanan pada prakarsa dan tanggungjawab siswa dan mahasiswa

4. Pelayanan yang bersifat interdenominasi dengan tujuan untuk mendukung visi keesaan gereja dan membangun tubuh Kristus

5. Pelayanan yang kontekstual dan memberdayakan kepemimpinan setempat

6. Pelayanan yang menekankan kepemimpinan yang melayani

7. Pelayanan yang menekankan integrasi iman dan ilmu sebagai wujud ketaatan dalam melaksanakan Mandat Budaya dan Mandat Injil


Pola Pelayanan

 

Pola Pelayanan Perkantas

1. Pelayanan Kelompok Kecil: Kelompok Tumbuh Bersama (KTB), Kelompok Pekabaran Injil melalui Pemahaman Alkitab (PIPA)

2. Pelayanan Kelompok Besar (Persekutuan Besar, Kamp, KKR) 

3. Pelayanan Pribadi (Persahabatan, Mentoring, Konseling)

4. Pelayanan yang difasilitasi dan didukung oleh Staf dan Alumni (sebagai Pembina Rohani, Associate Staff, TPPM/TPS, Pengurus, Donatur, dll)

5. Pelatihan-pelatihan untuk pertumbuhan rohani, pelayanan dan kepemimpinan 

6. Pelayanan melalui literatur dan multimedia, antara lain : bahan PA, bahan KTB, bahan PIPA, buku bacaan.

7. Pelayanan Kontekstual lainnya, seperti: Persekutuan Profesi, Kelompok Minat, Diskusi Kepedulian Sosial, Program Bakti Sosial atau Pelayanan Kemanusiaan


Bidang Bidang Pelayanan

Pelayanan Siswa

 

Masa remaja adalah masa-masa pencarian jatidiri seseorang yang akan mempengaruhi seluruh hidupnya, dan itu berarti masa siswa. Inilah yang mendasari pelayanan siswa Perkantas. Melalui pelayanan ini, diharapkan para siswa mengenal dan menerima Juruselamat mereka secara pribadi dan belajar beberapa disiplin yang akan menunjang pertumbuhan rohani mereka, seperti saat teduh, pendalaman Alkitab, berdoa, memberitakan kabar baik, dan seterusnya.

Catatan terawal tentang pelayanan siswa di Indonesia berasal dari Surabaya, yakni pada tahun 1974, dirintis oleh ibu Lea Santoso dan Magdalena Obaja yang pada waktu itu masih menjadi siswa sekolah menengah. Saat ini, pelayanan siswa telah berkembang ke seluruh Nusantara, mempersiapkan siswa untuk menjadi murid-murid Kristus yang menjadi berkat bagi keluarga, gereja, masyarakat, maupun bangsa dan negara.

Para siswa dilayani dalam berbagai bentuk, antara lain dalam kelompok kecil, persekutuan sekolah, persekutuan kota, retreat atau kamp. Para pelayan siswa juga diperlengkapi lewat berbagai pelatihan, baik secara lokal, regional, maupun secara nasional melalui Kamp Nasional Pembimbing Siswa (KNPS). 

Pelayanan siswa dikerjakan oleh staf-staf siswa di tiap daerah dengan dukungan dari mahasiswa ataupun alumni yang tergabung ke dalam tim-tim pembimbing siswa. Tahun ini, mulai dibentuk Tim Kerja Divisi Siswa di dalam kepengurusan nasional (PHN). Tim ini diketuai oleh Koordinator Divisi Pelayanan Siswa dan beranggotakan lima staf siswa dari daerah.



Pelayanan Mahasiswa

 

“Change the university and you change the world.” Kalimat tersebut diucapkan oleh Charles Habib Malik, salah satu perumus Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia PBB. Tak dapat dipungkiri, universitas berperan besar dalam mencetak sumber daya manusia yang ahli di bidangnya. Mayoritas pemimpin bangsa di dunia merupakan “produk” dari pendidikan tinggi. Oleh karena itulah, pelayanan mahasiswa menjadi begitu penting (dan mendesak!) untuk dikerjakan.

Lebih dari empat puluh tahun yang lalu, Tuhan menaruhkan kerinduan terhadap adanya pelayanan mahasiswa di Indonesia ke dalam hati tiga mahasiswa Kristen (Jonathan Parapak, Soen Siregar, dan Jimmy Kuswadi) yang sedang menuntut ilmu di Australia. Pada waktu 1971, Yayasan Perkantas pun didirikan di Jakarta dengan Ir. Jimmy Kuswadi sebagai staf pertama.

Di dalam anugerah-Nya, pelayanan mahasiswa Perkantas terus berkembang hingga saat ini, melayani mahasiswa-mahasiswi Kristen di seluruh Indonesia untuk menghasilkan alumni-alumni yang tak hanya mumpuni di bidangnya, tetapi juga pemimpin-pemimpin yang berintegritas dan mengasihi Tuhan serta sesama.

Pelayanan mahasiswa dilakukan secara terpadu melalui pelayanan kampus, persekutuan kota, seminar dan pelatihan, kelompok kecil, retreat/kamp lokal-regional-nasional, konseling, dan sebagainya. Mengingat pelayanan yang terus berkembang, PHN (Pengurus Harian Nasional) membentuk Tim Kerja Divisi Mahasiswa yang dikoordinir oleh Koordinator Divisi Mahasiswa dan beranggotakan dua staf mahasiswa daerah.



Pelayanan Alumni

 

Banyak yang mengatakan bahwa dunia kerja adalah “the real world.” Maksudnya, di dalam dunia profesional inilah, hal-hal yang tadinya hanya dipelajari semasa sekolah dan kuliah mulai diterapkan secara nyata. Dunia kerja boleh dikatakan lebih kompetitif dan “kejam” jika dibandingkan dengan dunia siswa atau mahasiswa. Di sinilah kualitas ilmu dan iman seseorang benar-benar diuji, tak terkecuali alumni Kristen.

Namun demikian, ternyata tidak semua alumni Kristen dapat sungguh-sungguh bertahan dalam memperjuangkan nilai-nilai imannya di tengah dunia kerja, apalagi jika di tempat kerja tidak mendapati teman yang “sepadan” dalam pertumbuhan iman. Seperti kata pengkhotbah bahwa “berdua lebih baik daripada seorang diri” dan “tali tiga lembar tidak mudah diputuskan” (Pkh. 4:9a,12b), alumni Kristen akan berdampak lebih efektif jika bertumbuh dalam persekutuan. Inilah yang mendorong munculnya pelayanan alumni Perkantas.

Pelayanan alumni Perkantas secara nasional diwadahi dalam Graduate Center yang memilikidivisi-divisi pelayanan, yakni:
1. Divisi Pendidikan, Budaya, dan Media
2. Divisi Sosial, Politik, dan Hukum
3. Divisi Bisnis, Ekonomi, dan Pengembangan Masyarakat
4. Divisi Pengembangan Pelayanan Keluarga, Gereja, dan Karir
5. Divisi Pengembangan PAK dan Networking

Selain berbagai pertemuan rutin, pelatihan, maupun seminar yang diadakan oleh masing-masing divisi, pelayanan alumni Perkantas secara nasional juga dilaksanakan dalam bentuk Kamp Nasional Alumni (KNA) yang diselenggarakan tiap tiga tahun sekali.

Pelayanan Medis

 

Pelayanan Medis Nasional (PMdN) merupakan divisi pelayanan yang secara khusus ditujukan kepada mahasiswa maupun alumni medis (kedokteran, kedokteran gigi, kebidanan, keperawatan, dsb.). Melalui pelayanan ini, diharapkan munculnya tenaga-tenaga profesional di bidang medis yang sungguh-sungguh melayani Tuhan dan sesama di dalam kasih. Dengan demikian, diharapkan pula agar makin banyak masyarakat yang mengenal kasih Tuhan lewat murid-murid Kristus yang bergerak di bidang kesehatan ini.

Berbagai program untuk memperlengkapi para mahasiswa dan alumni medis telah dijalankan, antara lain Medical Mission Course (MMC), Kamp Medis Nasional (KMdN) untuk mahasiswa maupun KMdN untuk alumni, penerbitan buku PA Medis berjudul “Dokter yang Memperkenankan Hati Tuhan”, penerbitan majalah Samaritan, dsb. 


Pelayanan Literatur

 

Untuk menunjang pertumbuhan siswa, mahasiswa, ataupun alumni Kristen yang dilayani, Perkantas juga memiliki divisi pelayanan di bidang literatur. Ada dua kategori buku yang diterbitkan oleh Literatur Perkantas, yakni buku PA (Pendalaman Alkitab) dan buku bacaan. Buku PA adalah buku penuntun bagi kelompok kecil dalam menggali dan memahami firman Tuhan dengan topik yang beragam. Buku bacaan adalah buku-buku yang ditulis oleh penulis-penulis dari dalam maupun luar negeri.

Saat ini, Literatur Perkantas telah berbentuk Perseroan Terbatas (PT), bernama PT. Suluh Cendikia. Perubahan bentuk ini dimaksudkan agar pelayanan literatur Perkantas dapat lebih diterima oleh masyarakat luas, selain sebagai salah satu bentuk penerapan profesionalitas dalam tubuh Perkantas. Setiap tahunnya, Literatur Perkantas menerbitkan rata-rata 20 judul buku, baik judul baru, revisi, maupun cetak ulang. Dengan motto “Sahabat Anda Bertumbuh,” Literatur Perkantas berupaya untuk terus menerbitkan buku-buku yang bermutu dan menunjang pertumbuhan setiap orang.


  

Tinggalkan Balasan 



Sejarah Pelayanan Perkantas

 

Pelayanan Perkantas dimulai ketika pada pertengahan tahun 1960-an, Tuhan memberikan visi kepada tiga mahasiswa Indonesia yang menempuh studi di Australia untuk membangun pelayanan mahasiswa di negara asal mereka. Mereka adalah Jonathan Parapak, Soen Siregar, dan Jimmy Kuswadi, yang mengenal Tuhan dan mengalami pembinaan sewaktu masih di Australia.

Ketika kembali ke Indonesia, mereka merealisasikan panggilan Tuhan itu, yakni membentuk kelompok-kelompok doa dan kelompok PA dalam rangka pembinaan/pemuridan kepada mahasiswa. Lalu pada tanggal 29 Juni 1971, pelayanan Perkantas secara resmi didaftarkan badan hukumnya dengan Soen Siregar sebagai Ketua dan Jimmy Kuswadi sebagai staf penuh waktu.

Kini, Perkantas tersebar di puluhan kota diseluruh Indonesia, terdiri dari 14 Badan Pengurus Cabang/BPC, 13 Badan Pengurus Perwakilan/BPP, 20 Badan Pengurus Ranting/BPR, dan 30 lebih kota perintisan, dilayani oleh lebih dari 200 staf penuh waktu yang dibantu oleh alumni yang terlibat aktif dalam pelayanan. Biarlah Tuhan terus berkarya di dalam dan melalui umat-Nya. Soli Deo Gloria!